kawan!!! seminggu terakhir ini media pemberitaan di tanah air disibukan dengan pemberitaan eksekusi terpidana mati Amrozi cs yang telah di lakukan minggu malam tanggal9 november 2008 pukul 00:15.
Satu hal yang menarik dalam hingar bingar pemberitaan tersebut adalah mengenai Kakak perempuanku yang pertama, tadi siang dia mengirim pesan singkat kepada aku sebagai berikut:
“Bismillaah … Sy brsaksi Abdul Aziz b.Syihabudin b. Nakhaii Imam Samudra qudamah SYAHID wajahnya bersih baunya harum … Blm prh mncium Alhamdullh dr.um.umar”
dikirim 9-Nov-2008
10:28:06
(pesan di atas asli dari nomor kakaku, pesan tersebut tidak aku kurangi dan tambahi)
Kawan!! mungkin anda penasaran bagaimana orangnya kakakku tersebut.
Dia berusia kira kira 33 tahun, anak pertama dari keluarga kami, disaat usianya 3 bulan ibu dan kakaku tersebut ditinggal tugas oleh ayahku ke Timor timor pada tahun 1975. Sepulang tugas, dari Timor Timor ayahku membawa “oleh oleh” sebuah nama yang kemudian nama tersebut di sematkan di nama belakang kakaku. Nama tersebut diperoleh dari Timor Timor pada saat melakukan patroli keamanan yang secara tidak sengaja Ayahku menodongkan senjata kepada seseorang yang berada dibalik semak semak yang ternyata orang tersebut adalah seorang anak kecil perempuan yang berusia sekitar 8 atau 9 tahunan, lalu oleh ayahku ditanya nama anak tersebut. Itulah nama yang disematkan kepada nama belakang kakakku.
Pada saat aku masih kecil(aku belum sekolah kira kira tahun 1990) saudara dari ibu menjemput kakaku untuk pergi ke Bandung. Kakaku akan melanjutkan sekolah SMA disana. Dia termasuk anak cerdas bahakan amat cerdas karena cara didik orangtua kami sangat keras kepada kakakku dalam hal pendidikan. Tak ayal dia merupakan lulusan terbaik di SMPnya, yang kemudian di Kota bandung dia diterima di salah satu SMA favorit di kota itu. Dimasa SMA juga kakakku menuai hasil prestasi yang cukup membanggakan dengan meraih juara 2 olimpiade fisika se-BandungRaya.
Lulus SMA dia juga melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi paling favorit di kota bandung bahkan di tanah air. Dia diterima di jurusan informatika. Setahuku dia diterima pada tahun 1994 dan lulus kira kira pada tahun 2001 atau 2002! Ya memang masa kuliahnya sangat lama sekali karena dia pernah ngambil cuti kuliah pada tahun 1998 karena pada tahun itu Ayah tercinta kami meninggal dunia(waktu itu aku duduk di bangku 5 SD usiaku baru 11 tahun) kami sangat terpukul kehilangan ayah kami tercinta, mungkin dengan alasan itulah kakakku mengambil cuti.
Dari sana juga dia mulai kelihatan berbeda sekali, dengan teman temannya yang berada di luar negeri seperti Mesir, India atau Singapura, sempat kakaku bilang kepada keluarga bahwa ada temanyannya itu ada yang pernah jihad di bumi Palestina. Dari sana aku mulai mengerti kakaku tersebut masuk ke dalam lingkungan orang orang yang berjihad melawan ketidakadilan di bumi ini. Pernah aku melihat isi laptop kakaku pada lebaran tahun 2004 silam, isinya adalah gambar gambar dan kisah kisah mujahid yang mati syahid dalam peperangan seperti di palestina, afganistan, bahkan sampai Cehnya. Pernah juga dia mengaku sering kontak dengan salah satu pelaku Bom Bali I, yaitu imam Samudra, masuk akal juga karena pada waktu itu di beritakan bahwa Imam Samudra memilki Laptop didalam selnya, Ya!!! kakaku kontak melalui internet. Saat itu juga kakakku membawa buku karangan Imam Samudra yang berjudul “Aku Melawan Teroris” yang sempat aku baca juga.
Dan pada akhirnya pada sekitar awal tahun 2005, waktu itu aku masih duduk di SMA kelas 3. Pulang sekolah dirumah ternyata ada kakaku pulang kerumah. Maksud dan tujuannya adalah meminta ijin untuk menikah. Yang sangat mengejutkan bahkan sangat tidak percaya, kakaku minta ijin untuk menikah dengan salah satu pelaku bom bali namun bukan trio amrozi cs, dia ditahan kira kira 3 tahun lagi akan bebas dan sekarang masih ditahan di salah satu lp di bali, aku juga tidak mengetahui banyak siapa orang yang akan dinikahi kakakku itu. Setahuku juga orang tersebut kira kira berusia 28 tahunan. Jelas kami, ibuku,aku, dengan kakakku yang nomor 2 sangat tidak merestui hubungan mereka, karena kami berbeda prinsip. Saat itulah kakakku menginjakan kakinya dirumah kami yang terakhir sampai sekarang!. Ternyata kakakku mengikuti hati nuraninya untuk menikahi orang tersebut(aku juga tidak mengerti kakaku bisa menikahi orang yang sedang menjalankan hukuman didalam sel). Sampai saat ini kami sekeluarga belum bisa menerima kenyataan itu semua, terutama kakakku yang no 2 dengan ibuku, mereka sangat sensitif sekali jikalau membahas tentang kakakku yang no 1.
Dari saat itulah kakakku tidak ada kabarnya sekali hingga pada saat lebaran tahun 2007,Kakakku menelpon kerumah dan memberikan kabarnya setelah kurang lebih 2 tahun tidak ada kabarnya.Ternyata dia sekarang tinggal di Tangerang dekat mertuanya dan bekerja sebagai guru privat anak anak sekolahan.
hmm. ini kisah nyata ya ?
hidup setiap orang itu takdirnya memang berbeda-beda. kalau aku jadi kamu, mungkin aku sulit juga utk menerima semua itu.
btw, sekarang kakakmu itu ………………………………
semua keluargaku masih belum menerima dengan keadaan ini!!!
Nopember 10th, 2008, at 16:40 #semoga suatu hari nanti semua keluarga bs menerima ya
Nopember 10th, 2008, at 17:51 #kenyataan yg sgt sulit diterima secara logika
Nopember 11th, 2008, at 08:00 #tapi…yahh itu pilihan
pilihannya
mudah2an tidak mengurangi rasa sayang di keluarga
itu pilihannya, pilihan saudaramu,
Nopember 11th, 2008, at 10:31 #semoga itu adalah pilihan yg terbaik.. baginya..
[...] Kakak Perempuanku “direbut” “teroris [...]
Nopember 11th, 2008, at 18:44 #aku berdoa semoga ia pulang kampung ya lebaran tahun depan
Nopember 11th, 2008, at 21:44 #Setiap orang bisa berbeda, apalgi dalam hal prinsip.
tapi jikalau prinsip itu sangat bertentangan bagaimana?
Nopember 11th, 2008, at 22:18 #Alhamdullillah kakak perempuanmu bagiku sudah berada di tangan seorang pria yang tepat.apa yang salah dengan seseorang yang disebut teroris?itu kan hanya sebutan manusia,tapi dimata ALLAH dia belum tentu seorang teroris.Dia membela agamanya dengan pemahaman yang agak keras,itu saja..soal ia belum pulang ke rumah stelah sekian lama,toh dia sudah menikah,bagi perempuan yang sudah menikah suami adalah hidup dan matinya,keluarga bukanlah no.1 lagi baginya..semoga kamu bisa menerima keadaan ini dengan lapang dada,Amin..
“terimakasih atas komentarnya, ini sangat berarti bagiku! aku sengaja membuat tulisan ini dengan tujuan ingin mengetahui tanggapan oranglain. tetapi semua itu ada sesuatu yang anda tidak ketahui dengan pengalaman keluarga kami yang aku tidak bisa ceritakan. sekali lagi terimakasih atas komentarnya”
Desember 4th, 2008, at 11:56 #Cerita yg mengesankan…Sebuah kisah perjalanan dlm mencari jati diri…
Mei 29th, 2009, at 02:07 #Anda dan keluarga telah menentukan pilihan, kakak anda jg telah menentukan jln hidupnya sendiri…
Siapa yg paling benar? Hanya Dia yg berhak untuk menilainya…bukan kita sesama manusia…jd pasrahkan sj kpd Allah swt….